Bupati Takalar Daeng Manye, Dorong Aktivasi Dapur MBG di Kepulauan Tanakeke Untuk Jangkau Wilayah 3T

TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar merata hingga ke wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengusulkan pembentukan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kecamatan Kepulauan Tanakeke, yang masing-masing berlokasi di Desa Maccini Baji dan Desa Mattiro Baji.

Usulan tersebut tertuang secara resmi dalam surat Pemkab Takalar Nomor 400.7.13/2409/SETDA tertanggal 30 Oktober 2026 tentang Usulan Wilayah Terpencil untuk Pendistribusian Program MBG. Surat ini telah disampaikan kepada Koordinator Satgas MBG Provinsi Sulawesi Selatan guna mempercepat pelayanan di daerah dengan tantangan geografis tinggi.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera memproses aktivasi kedua dapur tersebut. Menurutnya, seluruh persiapan di tingkat lokal telah rampung sehingga fasilitas ini dapat segera beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada anak-anak di wilayah kepulauan.

Ia menilai, percepatan aktivasi ini sangat krusial mengingat kondisi geografis Kepulauan Tanakeke yang masuk dalam kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kehadiran dapur di pulau-pulau tersebut dinilai mampu memangkas kendala jarak serta memastikan distribusi logistik berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Dorongan ini semakin menguat momentumnya seiring kunjungan dan peresmian dapur SPPG 3T di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, oleh Kepala BGN Dr. Sudaryono pada Jumat (2/10/2026). Bupati Takalar Daeng Manye berharap peresmian di wilayah daratan tersebut dapat menjadi referensi positif bagi percepatan aktivasi dapur di Tanakeke.

Penetapan wilayah terpencil ini didasarkan pada kriteria teknokratis yang mempertimbangkan efisiensi logistik, di antaranya jumlah penerima manfaat tidak lebih dari 1.000 orang serta waktu tempuh distribusi maksimal 30 menit. Pemetaan tersebut disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan guna menjamin ketepatan sasaran.

Melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat, Pemkab Takalar optimistis program MBG dapat dirasakan secara merata tanpa terkendala jarak dan geografis. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh operasional dapur gizi demi menekan angka stunting di wilayah kepulauan. (Red)