Bukan Sekadar Rapor Hijau, Enam SD di Takalar Bedah Akar Masalah Pendidikan Lewat Bimtek SPMI

TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Mutu pendidikan tidak sekadar diukur dari deretan angka atau warna hijau pada Rapor Pendidikan. Berangkat dari kesadaran tersebut, enam sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus Belajar III Kabupaten Takalar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di ruang guru UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh sekolah-sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja ini diikuti oleh sekitar 30 peserta, yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Kepala UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Dra Siswaty M, menjelaskan bahwa BOS Kinerja dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kompetensi pendidik. Melalui pelatihan ini, sekolah diajak untuk melihat progres grafik capaian dari tahun ke tahun secara objektif, bukan sekadar berpuas diri dengan status capaian yang tampak di atas kertas.

Lebih lanjut, Siswaty menekankan pentingnya ketepatan diagnosis dalam membenahi kualitas pembelajaran. Menurutnya, meskipun dua sekolah menghadapi penurunan pada indikator yang sama—seperti literasi—akar persoalannya bisa sangat berbeda, mulai dari teknik mengajar guru hingga ketersediaan sarana dan buku pendukung. Oleh karena itu, Rapor Pendidikan harus dibaca secara mendalam untuk menemukan solusi yang spesifik bagi masing-masing satuan pendidikan.

Dalam sesi materi, instruktur H Abdul Muin memaparkan bahwa pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan hanyalah batas minimal atau kriteria pencapaian (KKM) bagi sekolah. Sekolah dituntut untuk tidak cepat berpuas diri, melainkan terus menyusun program inovatif demi melampaui standar minimal tersebut. Penguatan SPMI ini diposisikan sebagai ruang refleksi dan budaya kerja berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi semata.

Rangkaian program Gugus Belajar III ini tidak berhenti pada satu lokasi saja, melainkan berlanjut secara bergiliran ke enam sekolah anggota gugus dengan menghadirkan instruktur berpengalaman seperti H Nurmin dan Ahsan.

Selain SPMI, agenda berikutnya akan fokus pada penguatan literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi. Melalui sinergi ini, pemanfaatan BOS Kinerja diharapkan mampu melahirkan ekosistem sekolah yang mandiri, adaptif, dan terus bertransformasi meningkatkan mutu pendidikan di Takalar.