TAKALAR // Bongkarterkini24.com – Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Kelurahan Pappa Kecamatan Pattallassang kab takalar mengalokasikan anggaran sebesar Rp102.960.200 pada Tahun Anggaran 2026 untuk pekerjaan pembuatan jalan paving. Berdasarkan papan informasi proyek, pengerjaan ini berlokasi di Lingkungan Pappa 2 dan Lingkungan Kammi dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pappa sebagai pelaksana, serta bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Papan informasi proyek tersebut mencantumkan volume pekerjaan dengan rincian P1 seluas 57 x 3,5 meter dan P2 seluas 57 x 4 meter. Transparansi ini sejatinya merupakan wujud keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat memantau langsung jenis pekerjaan, nilai anggaran, hingga pelaksana pembangunan di wilayah mereka.
Namun, transparansi anggaran tersebut diuji di lapangan setelah muncul aduan dari seorang warga Kelurahan Pappa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Warga tersebut mengadukan kepada awak media ini bahwa pengerjaan paving blok yang dikelola oleh LPM Kelurahan Pappa diduga dikerjakan secara asal-asalan dan kualitasnya patut diragukan.
Menindaklanjuti aduan tersebut, tim media bergerak cepat turun langsung ke lokasi proyek pada Kamis (17/9/2026).
Dari peninjauan langsung di lapangan, tim menemukan sejumlah persoalan krusial yang mencakup aspek teknis maupun keselamatan kerja.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa seluruh pekerja tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, tim juga menemukan pemasangan paving blok yang tampak bergelombang, komposisi adukan pasir dan semen yang diduga tidak seimbang dengan takaran pasir lebih dominan, serta pemasangan pondasi pinggir yang sebagian telah roboh dan terkelupas.
Tidak hanya itu, kualitas material paving blok yang digunakan juga disinyalir menggunakan kualitas rendah dan bukan berasal dari produksi pabrik standar. Temuan-temuan ini memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan infrastruktur jalan yang sedang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut.
Menanggapi sorotan tajam dan temuan lapangan tersebut, Kepala Kelurahan Pappa, Firmansyah, memberikan tanggapan saat dikonfirmasi di kantornya. Ia menyatakan bahwa bagian pondasi yang roboh disebabkan oleh muatan mobil yang melintas, namun pihak pengelola berkomitmen untuk segera memperbaikinya kembali, sementara bagian yang terkelupas telah mulai diplester.
Tim media berharap kepada PPK agar kiranya memberikan sangsi atau teguran ke pelaksana proyek LPM kelurahan pappa. (Red)