TAKALAR // Bongkarterkini24.com – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat sinergi dengan para tokoh keagamaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama sekitar 200 Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan se-Kabupaten Takalar yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Takalar serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Takalar.
Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan memiliki posisi yang sangat penting di tengah masyarakat. Menurutnya, para imam bukan hanya menjalankan tugas keagamaan, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai program pembangunan serta menjaga keharmonisan sosial.
Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para imam, agar setiap kebijakan pemerintah dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat lingkungan. “Saya selaku pimpinan daerah tidak bisa menjalankan pemerintahan sendiri. Untuk mewujudkan kemajuan Kabupaten Takalar, kita harus satu hati, satu pikiran, dan satu tujuan sehingga seluruh kebijakan pemerintah dapat berjalan hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Daeng Manye.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar baik yang disambut antusias para peserta. Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menaikkan honorarium Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan dari Rp500.000 menjadi Rp600.000 per bulan. Honorarium tersebut akan dibayarkan sekaligus untuk periode Januari hingga Juni 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para imam.
Menurut Daeng Manye, kenaikan honorarium merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para imam yang selama ini berperan aktif membina kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Ia berharap tambahan honor tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga sekaligus menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan agar terus memperkuat semangat pengabdian, menjaga persatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia menilai keberadaan para imam sangat penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan warga, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Daeng Manye mengingatkan bahwa amanah sebagai imam merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan integritas. “Jabatan ini adalah amanah. Berikan yang terbaik selama kita mengemban tugas agar meninggalkan kesan yang baik serta menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tutupnya.

