Takalar// Bongkarterkini24.com – Pemerintah Kecamatan Polongbangkeng Selatan bergerak cepat mematangkan arah pembangunan di tingkat akar rumput dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Dana Specific Grant (SG) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kantor Camat, Rabu (8/7/2026).
Dipimpin langsung oleh Plt Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawatib, SE, pertemuan strategis yang dihadiri oleh seluruh lurah dan jajaran pengelolaan anggaran ini menjadi instrumen krusial untuk menyamakan persepsi, memantapkan administrasi, serta memastikan seluruh program kerja Tahap I dan Tahap II berjalan tepat sasaran. Langkah koordinatif ini menegaskan komitmen serius jajaran birokrasi kecamatan guna menjamin bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan mampu mentransformasi postur infrastruktur dan aspek sosial-ekonomi di enam wilayah kelurahan secara merata.
Dalam postur penganggaran tahun ini, pemerintah secara berimbang mengombinasikan pemenuhan infrastruktur fisik dan penguatan modal sosial melalui alokasi dana yang terukur. Pada Tahap I, total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp512.748.302, dengan porsi Rp336.701.300 untuk pengerjaan fisik dan sisanya dialokasikan bagi program nonfisik seperti pelatihan kapasitas serta insentif kader senilai Rp176.047.002.
Keberimbangan alokasi ini diperkuat pada Tahap II dengan total anggaran sebesar Rp618.597.400, yang mendistribusikan Rp451.378.600 untuk pembangunan fisik serta Rp167.218.800 demi mendanai rembuk stunting dan kelanjutan insentif kader. Dengan proporsi tersebut, pembangunan tidak hanya berfokus pada modernisasi fasilitas umum, melainkan juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas hidup manusia.
Menyadari besarnya tanggung jawab pengelolaan anggaran operasional tersebut, Plt Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawatib, SE, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya profesionalisme yang berlandaskan asas transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi. Ia mengingatkan jajaran lurah agar senantiasa disiplin terhadap lini masa pengerjaan, menjaga kualitas fisik proyek di lapangan, serta tertib secara administrasi agar terhindar dari potensi kesalahan tata kelola.
“Setiap rupiah anggaran yang dikelola harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Saya berharap seluruh lurah dapat mengawal setiap tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ayatullah menekankan pentingnya pengawasan berlapis.
Di sisi lain, forum koordinasi ini tidak berjalan satu arah melainkan menjadi ruang diskusi yang demokratis, di mana para kepala wilayah dari Kelurahan Pabundukang, Rajaya, Bulukunyi, Canrego, Pattene, hingga Bontokadatto diberikan kesempatan penuh untuk memaparkan progres sekaligus mengevaluasi kendala teknis di lapangan.
Rentang anggaran berkisar antara Rp80 juta hingga lebih dari Rp140 juta per kelurahan disesuaikan dengan skala prioritas dan karakteristik geografis wilayah masing-masing, mulai dari kebutuhan mendesak seperti talud, drainase, jalan lingkungan, dan jalan tani, hingga pemasangan paving block. Dinamika diskusi ini memastikan bahwa hambatan sekecil apa pun, baik dari segi pasokan material maupun kendala birokrasi, dapat segera dicarikan solusi bersama demi menjaga ritme kerja yang optimal.
Melalui integrasi program yang komprehensif ini, pelaksanaan Dana Specific Grant 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan keadilan pembangunan di seluruh penjuru Polongbangkeng Selatan.
Pemerintah kecamatan berkomitmen penuh untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan output di lapangan selaras dengan petunjuk teknis yang berlaku. Keberhasilan sinergi tata kelola ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari selesainya proyek fisik tepat waktu, melainkan dari seberapa besar dampaknya dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal secara berkelanjutan.

