Takalar Bersiap Gelar Festival Pondok Pesantren Pertama di Sulawesi Selatan untuk Peringati HSN 2026

TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Kabupaten Takalar bersiap menjadi panggung besar bagi para santri dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 22 hingga 24 Oktober 2026 mendatang di area Kantor Pemerintah Kabupaten Takalar.

Persiapan agenda akbar yang mengusung tema nasional

“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” ini dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Takalar pada Kamis malam, 8 Oktober 2026, hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, beserta jajaran, serta perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Takalar.

Festival perdana di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ini dirancang dengan lima rangkaian kegiatan utama yang sarat makna, edukasi, dan kreativitas. Agenda tersebut meliputi Apel Santri dan Pawai Santri sebagai bentuk syiar di ruang publik, Pameran untuk menampilkan produk dan potensi pesantren, Pagelaran Seni guna menyalurkan bakat santri, serta Seminar sebagai ruang bertukar gagasan mengenai peran strategis pesantren dalam pembangunan bangsa. Seluruh rangkaian ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wadah silaturahmi dan pengembangan potensi generasi muda.

Bupati Takalar, Daeng Manye, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan jalannya festival. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar milik kalangan pesantren semata, melainkan pesta kebersamaan seluruh warga Takalar untuk memberikan dukungan penuh kepada para santri yang akan menampilkan karya dan prestasi terbaik mereka.

“Ini menjadi ruang bagi para santri untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan potensi mereka,” ungkap Bupati Daeng Manye dalam arahannya.

Melalui sinergi erat antara Pemkab Takalar, Kementerian Agama, dan berbagai elemen masyarakat, festival ini diharapkan mampu menampilkan wajah pesantren yang kreatif, inspiratif, dan terbuka. Dari Takalar, gaung semangat membangun generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah akan disuarakan bersama demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.