TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertanian lokal. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menghadirkan sarana pascapanen berupa mesin pengering (dryer) jagung berkapasitas 10 ton per hari demi menunjang kebutuhan para petani di daerah tersebut.
Kepala DTPHPKP Takalar, Parawansa, menjelaskan bahwa realisasi bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dengan Kementerian Pertanian. Komunikasi aktif tersebut dilakukan demi memperjuangkan fasilitas pascapanen yang memadai bagi kelompok tani dalam mengelola hasil bumi mereka secara lebih efektif.
Saat ini, dua unit fasilitas pengering yang terdiri atas dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari dan dryer padi berkapasitas 30 ton per hari telah memasuki tahap akhir pembangunan. Fasilitas jagung tersebut diperuntukkan bagi Kelompok Tani Massamaturu di Kecamatan Mangarabombang serta Kelompok Tani Makmur di Kecamatan Sanrobone guna mempermudah proses pengeringan pascapanen.
Selain unit yang hampir rampung, Pemkab Takalar juga segera menerima tambahan satu unit dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari yang telah selesai berkontrak pada bulan ini. Dengan tambahan usulan yang sedang berjalan, total empat unit mesin pengering ditargetkan siap beroperasi tahun ini untuk memperkuat ekosistem pertanian di berbagai wilayah Takalar.
Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pusat ini, Pemkab Takalar berharap para petani dapat menjaga kualitas produksi secara mandiri serta mendongkrak nilai ekonomi mereka. Penguatan fasilitas dari hulu hingga hilir ini diyakini mampu membawa sektor pertanian Takalar tumbuh lebih produktif dan menyejahterakan masyarakat luas.
