TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas kepemimpinan di tingkat akar rumput, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Takalar sukses menggelar kegiatan Scouting Skill di Gedung Pramuka, Jalan H Ince Husain Daeng Parani, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Minggu (4/10/2026). Kegiatan sehari ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan dari 12 Kwartir Ranting (Kwarran) serta sejumlah gugus depan di Kabupaten Takalar. Ajang ini dirancang khusus untuk membedah berbagai teknik kepramukaan yang kerap memiliki standar penilaian berbeda, seperti pioneering, tali-temali, hingga navigasi darat.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Takalar, H. Alamsyah Mile, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses pembelajaran mendasar bagi para pembina untuk memperkuat kapasitas diri. Menurutnya, keseragaman pemahaman antarpembina sangat krusial agar visi, misi, serta program pembinaan di setiap gugus depan memiliki arah yang selaras. “Kita mesti memperbaiki kemampuan skills sebagai modal melakukan proses pembinaan, sehingga Gerakan Pramuka Takalar di setiap gugus depan punya visi, misi, rencana strategi, dan program yang sama,” ujar Alamsyah, menekankan bahwa orientasi Pramuka jauh melampaui sekadar perolehan prestasi, melainkan pembentukan mental dan masa depan generasi muda.
Di sisi lain, antusiasme tinggi tampak jelas dari para peserta yang hadir. Ari Putra, seorang pembina dari UPT SD Negeri 185 Inpres Salambu, Kecamatan Laikang, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan praktis yang sangat ia nantikan, terutama dalam menguasai teknik perkemahan, P3K, serta metode pembelajaran yang lebih interaktif untuk anak didiknya. Senada dengan hal tersebut, Juardi dari Gudep MTsN Takalar menilai materi khusus seperti LKBB dan pioneering yang dibahas dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan untuk langsung diimplementasikan di pangkalan masing-masing.
Untuk memastikan dampak pelatihan tidak berhenti usai acara, panitia penyelenggara menerapkan sistem evaluasi jangka panjang. Ketua Panitia, H. Kamasia, menyatakan bahwa pemantauan berkala akan dilakukan langsung ke gugus depan para peserta. Langkah ini diambil demi menjamin konsistensi penerapan materi—mulai dari sandi dan semaphore, keterampilan medis, hingga pengelolaan dapur umum—sehingga ilmu yang didapat benar-benar tertransfer dengan baik kepada para peserta didik di sekolah.
Ke depan, Kwarcab Takalar bahkan membidik langkah strategis yang lebih besar, termasuk rencana penyusunan modul standar keterampilan versi daerah sebagai penyempurnaan dari panduan Kwarnas dan Kwarda. Modul ini diproyeksikan tidak hanya menjadi arsip kecakapan organisasi, tetapi juga batu loncatan penting dalam mempersiapkan kader-kader terbaik Takalar untuk menatap ajang bergengsi Raimuna Tingkat Nasional pada tahun depan.
