Krisis Air Bersih Mengintai, PMI Takalar Bergerak Salurkan Bantuan ke Desa Laikang

TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar. Menyusutnya sumber air bersih membuat sebagian warga, termasuk masyarakat Dusun Pandala, Desa Laikang, harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.

Merespons kondisi itu, Bupati Takalar sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat sekaligus upaya membantu warga yang terdampak kekeringan agar tetap memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari.

Petugas PMI Kabupaten Takalar, Dahlan Daeng Nyomba, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Kamis (13/8/2026) pukul 20.17 WITA, mengatakan pendistribusian air bersih di Dusun Pandala, Desa Laikang, dilakukan menggunakan dua tangki berkapasitas 5.000 liter dengan total 10.000 liter. Menurutnya, distribusi bahkan dapat dilakukan hingga dua sampai 3 tiga kali sehari apabila persediaan air warga kembali habis dan masyarakat menghubungi petugas, bahkan tim PMI tempel stiker nomor kontak petugas PMI di rumah warga.

“Pendistribusian air bersih dari PMI di Dusun Pandala, Desa Laikang sebanyak satu tangki kapasitas 5.000 liter, bahkan dua kali sehari ketika tiba-tiba warga menelpon habis airnya,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan penyaluran air bersih tersebut telah berjalan sekitar dua minggu di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar yang terdampak krisis air.

Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari pemerhati masyarakat sekaligus sosial kontrol yang akrab disapa Daeng Nappu. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian pemerintah daerah bersama PMI Takalar dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air bersih.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penambal kebutuhan vital warga di tengah musim kering yang berkepanjangan. Namun, ia berharap penyaluran dapat dilakukan secara intensif selama kondisi kekeringan masih berlangsung. “Kami mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan PMI. Tetapi, kami juga berharap BPBD dan PDAM Takalar dapat ikut mengambil bagian dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Takalar bersama PMI Takalar diharapkan terus memperkuat koordinasi dan memperluas pemetaan wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Penanganan krisis air tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat, tetapi membutuhkan pendataan yang akurat, distribusi yang cepat, serta sinergi lintas instansi agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Di tengah ancaman kekeringan, kehadiran pemerintah, PMI, BPBD, PDAM, dan seluruh elemen masyarakat menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi musim kering.

( Redaksi)