TAKALAR // Bongkarterkini24.com — Suasana meriah dan penuh semangat literasi menyelimuti Aula Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar pada Selasa (28/10/2026).
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa dan Sastra Indonesia SMA se-Kabupaten Takalar sukses menyelenggarakan ajang bergengsi bertajuk “Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun 2026”.
Kegiatan ini mengusung tema mendalam, yakni “Menguatkan Literasi, Menghidupkan Bahasa, dan Mengapresiasi Sastra Indonesia”, yang dirancang untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap identitas bangsa.
Festival akbar ini diikuti oleh antusiasme tinggi dari berbagai penjuru daerah. Tercatat sebanyak 25 Sekolah Menengah Atas (SMA) berpartisipasi aktif dalam ajang unjuk bakat tersebut, yang terdiri atas 13 SMA Negeri dan 12 SMA Swasta.
Kehadiran para pelajar dari sekolah yang berbeda ini menciptakan ruang kompetisi yang sehat, inklusif, serta mempererat tali silaturahmi antarpelajar se-Kabupaten Takalar di tengah semarak Bulan Bahasa.
Panitia penyelenggara menghadirkan tiga mata lomba utama yang menantang kreativitas dan keberanian siswa di atas panggung. Ketiga kategori tersebut meliputi lomba baca puisi yang menguji penghayatan rasa, lomba pidato yang mengasah kepiawaian berretorika, serta lomba stand up comedy berbahasa Indonesia yang memadukan unsur humor cerdas dengan penguasaan diksi yang apik.
Ragam perlombaan ini sukses memecah keheningan aula dengan tepuk tangan meriah dari para penonton.
Pelaksanaan kegiatan yang berpusat di Jalan Vitrah, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah.
Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII (Jeneponto–Takalar), Hamzah, S.Pd., M.Pd., hadir langsung untuk memberikan dukungan moril. Selain itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, S.S.T.P., M.Si., juga tampak membersamai jalannya acara, menunjukkan sinergi kuat antara dunia pendidikan dan instansi literasi daerah.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Hamzah, memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya ajang ini. Ia mengungkapkan bahwa festival semacam ini merupakan sejarah baru bagi daerah setempat.
“Perlombaan ini merupakan kali pertama digelar di Kabupaten Takalar dengan skala seluas ini. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi mampu melahirkan bibit-bibit juara yang siap mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” ujarnya penuh optimisme.
Di sisi lain, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar menyambut baik kolaborasi ini sebagai wadah strategis untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat sejak dini.
Kehadiran fasilitas aula yang representatif diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi para pelajar dan pendidik dalam mengekspresikan gagasan, karya tulis, serta seni pertunjukan yang berbasis pada kekayaan bahasa Indonesia.
.
