TAKALAR // Bongkarterkini24.com— Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam merancang pembangunan yang terukur dan berbasis data tecermin dalam acara Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” di Studio SLiBE FM, Kelurahan Kalabbirang, Selasa (28/7/2026). Dipandu oleh host Nirwana, Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si, tampil mengenakan seragam khaki ASN untuk memaparkan arah kebijakan strategis daerah. Dalam dialog interaktif tersebut, Rahmansyah menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan dari tingkat pusat hingga daerah melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), di mana dokumen seperti RPJPD, RPJMD, hingga RKPD rutin dievaluasi pemerintah provinsi agar selalu selaras dengan kebijakan nasional.
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi adalah peranan baru Bapperida yang kini memperkuat fungsi riset dan pembinaan inovasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurut Rahmansyah, riset mendalam menjadi fondasi utama sebelum melahirkan program pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mampu menjawab persoalan riil masyarakat. Sebelum diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk penilaian Indeks Inovasi Daerah, setiap inovasi OPD dipaparkan terlebih dahulu di hadapan tim Bapperida. Pendekatan berbasis sains dan inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik di Takalar.
Pada sektor maritim dan investasi, Bapperida mendorong optimalisasi potensi kekayaan pesisir serta percepatan Kawasan Industri Takalar (KIT). Memiliki garis pantai sepanjang 74 kilometer serta wilayah kepulauan potensial seperti Tanakeke, Takalar terus memodernisasi dan mendigitalisasi sektor kelautan—termasuk lewat hadirnya Program Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat. Sementara di sektor industri, pengembangan KIT di Laikang yang telah masuk dokumen perencanaan nasional dipastikan tetap mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan demi membuka lapangan kerja baru.
Menghadapi tantangan perubahan iklim di sektor pertanian, Bapperida juga mendorong pemanfaatan teknologi modern seperti drone dan varietas bibit unggul untuk mendongkrak produktivitas petani. Di sisi lain, peningkatan kapasitas produksi pangan ini diselaraskan dengan strategi pengentasan kemiskinan yang terstruktur. Rahmansyah menjelaskan tiga pilar utama penanggulangan kemiskinan di Takalar, yakni pengurangan beban hidup masyarakat miskin, peningkatan pendapatan warga, serta intervensi berbasis kawasan.
Untuk memastikan intervensi sosial berjalan tepat sasaran, pembaruan data kemiskinan terus diperketat melalui mekanisme Musyawarah Desa dan Kelurahan (Musdes/Muskel) sebelum ditetapkan. Pendekatan komprehensif ini—mulai dari perencanaan bersinkronisasi, riset inovatif, optimalisasi potensi daerah, hingga validasi data sosial—menjadi pijakan utama Pemkab Takalar dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

